CINCIN-CINCIN PLANET
Cincin terjadi dari milyaran benda kecil berukuran
micron sampai cm dan materi bungkahan yang sedikit lebih besar dari meter
sampai beberapa puluh meter. Pergerakan mereka sangat dekat di biang ekuator.
Itulah sebabnya mengapa dilihat dari tepi, cincin kelihatan serupa lapisan
materi yang sangat tipis. Pengetahuan dan sifat-sifat cincin disimpulkan
berdasarkan sifat sebaran danhmburan cahaya matahai oleh materi cincin.
Sewaktu pesawat Voyager mengamati cincin planet
Saturnus, orang sadar bahwa mereka menemukan sebuah system yang secara fisikawi
sangat rumit. Artinya pola-pola bentuk yang terlihat tidak cukup hanya
dijelaskan melalui potensial gravitasi benda di pusat cincin. Sebab seluruh
gangguan yang ditimbulkan oleh benda-benda satelit ataupun bulan yang berada di
luar cincin harus dilibatkan di dalam penetuan konfigurasi akhir cincin.
Namun, berbeda dengan tinjauan mengenai asal usul
cincin, seperti bagaimana cincin selalu bisa dekat dengan planet dan bagaimana
radius terluas system cincin selalu lebih kecil dari setengah sumbu panjang
orbit satelit utama planet, semua itu relative lebih mudah dijelaskan.
Dalam medan gravitasi sebuah planet, sebuah satelit
mengalami tarikan gaya gravitasi yang lebih kuat di sisi yang terdekat daripada
sisi yang terjauh. Perbedaan gaya tarik itu dikenal juga sebagai gaya
diferensial atau gaya pasang. Gaya pasang itu bekerja melawan gaya kohesi yang
menyatukan fisik satelit. Gaya kohesi satelit terdiri dari gaya gravitasi
internal, antara molekul dan gaya kuat mekanik material. Sewaktu sebuah satelit
mengorbit planet induk, bekerja gaya diferensial. Gaya itu bertambah vbesar
semakin dekat jarak satelit ke planet. Ada limit jarak padamana gaya kohesi
internal tidak sanggup lagi menghadapi gaya distorsi mekanik dan gaya pasang
yang timbul dari gaya diferensial. Limit itu dikenal sebagai limit Roche.
Untuk sebuah planet dengan radius R dan kerapatan
planet ρp serta kerapatan satelit ρs, limit Roche adalah
LR = 2,5 R (ρp/ ρs)1/3. Jadi
sewaktu benda mendekati sebuah planet sampai jarak lebih kecil LR,
benda itu akan pecah menjadi benda-benda kecil. Selanjutnya tumbukan di antara
mereka menghancurkannya mejadi renik-renik yang kemudian menyebar menjadi
materi cincin-cincin.
Keempat planet Yovian semuanya memiliki system cincin
yang berada pada jarak 2,5 radius planet. Namun sifat dari keempat system itu
masing-masing berbeda. Misal system cincin planet Saturnus; sangat terang dan
lebar, banyak struktur seperti getaran-getaran atau gelombang-gelombang
kepadatan terlihat, lebar sempit ruang antara cincin satu denga berikutnya dan
kitaran-kitaran yang terbentuk di dalam cincin-cincin. Cincin saturnus terlihat
menyebar sampai 136.200 km dari pusat Saturnus, dengan tebal di banyak tempat
hanya 5 m. Isinya kumpulan gas beku, air es, debu dan batuan berukuran 0,0005
cm sampai 10 m. Lebih dari 100.000 cincin dihitung oleh peralatan Voyager 2.
Sistem cincin Yupiter di lain pihak sangat renggang, sangat
tipis dan berisi partikel yang sangat halus. Ada tiga baigan cincin: cincin
utama, cincin halo dan cincin luar. Cincin utama lempeng datar, lebar 7000 km
dan merentang sampai 128.500 km, dua kali radius Yupiter. Sejumlah partikel
bermuatan berupa halo membungkus cincin yang tersebar sampai kea rah kutub oleh
kekuatan magnet. Dibagian luar ada cincin bersinar lemah sampai ke orbit
satelit Amalthea dan Thebe yang menjadi sumber materi cincin luar.
Sistem Uranus memiliki 10 cincin mengelilingi ekuator
planet, sempit dan kedap. Cincin berada dalam kawasan debu yang renggang dan
sangat lebar. Kesepuluh cincin tipis dan gelap itu mengorbit planet pada jarak
3,8 x 104 km sampai 5,1 x 104 km. kebanyakan
cincin-cincin terjadi dari baru es dan bungkahan batuan berukuran bola sepak.
Beberapa observatorium sebetulnya sudah mengamati 5 dari sepuluh cincin itu dan
mereka menandai dengan Alpha, beta, Gamma, Delta dan Epsilon. Tahun 1986 gambar
dari pesawat Voyager 2, satu-satnya pesawat yang berhasil memotret Uranus dari
dekat menambah penemuan cincin dengan lima buah cincin lagi
Terakhir, pesawat Voyager 2 memperlihatkan
Neptunus memiliki 4 cincin, dua sempit dan dua lebar. Sistem cincin sempit
lebarnya 15 km, system yang lebar sampai 5.800 km. Semua cincin utuh mengelilingi
planet. Namun di kawasan cincin yang sempit ditemukan 3 sampai 4lengkungan
misterius berupa sector-sektor terang. Keberadaan lengkungan itu semula
diperkirakan dari pengaruh medan tarikan satelit-satelit yang berada di
dekatnya. Teori ini ditolak, karena ada pengaruh gangguan dari medan radiasi
electromagnet yang belum dilibatkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar