Rabu, 07 Mei 2014

FISIKA ATMOSFER PLANET



FISIKA ATMOSFER PLANET
Para ilmuwan meyakini bahwa atmosfer planet terestria bukan atmosfer awal (atmosfer primordial), melainkan atmosfer skunder. Unsur-unsur yang ditemukan sudah berbeda kelimpahannya dengan unsur-unsur atmosfer Jovian yang mempunyai kelimpahan seperti matahari
Kelimpahan unsur planet Jovian terutama H, He sedikit C, O, N dan S dalam bentuk senyawa CH4, H2O, NH3, dan H2S. Hal itu kontras dengan atmosfer terstria dan satelit-satelit yang banyak mengandung CO2, N2, O2, H2O dan SO2. Perbedaan pokok Jovian-Terestria adalah besarnya medan gravitasi yang ada di dalam masing-masing kelompok. Planet Yovian bergravitasi besar terus menerus mengakresi H dan He yang berupa gas. Sementara planet terestria terus kehilangan H dan He.
Menurut perkiraan: jika atmosfer planet terestria adalah atmosfer awal (primordial), maka atmosfer akan mempunyai susunan kimiawi yang sama dengan matahari. Pada masa-masa awal tatasurya, atmosfer planet terestria sama denga planet Jovian dan sama dengan atmosfer matahari. Kemudian, karena kehilangan H dan He yang lepas dari atmosfer terestria (Mars, Merkurius), menyebabkan unsur yang tertinggal melimpah, yakni: CO2 (63%), Ne (10%), N2 (10%), fragmen kecil C, O, S (4%) ditambah kelimpahan gas mulia: Ne, Ar, Kr, dan Xe.
Kenyataan menunjukan: kelimpahan yang ditemui di planet terestria amat berbeda dengan apa yang diperkirakan. Contoh: Di atmosfer terestria di temukan unsure Neon Ne, kecil sekali kelimpahannya , 1/100 yang di matahari. Ar, Kr, dan Xe hadir, tetapi kelimpahannya 1/60 matahari. Mengapa begitu? Apakah karena gas mulia itu lepas dari planet terstria sehingga kelimpahan berkurang? Atau bereaksi dengan kerak planet? Semua tidak! Kelompok gas-gas mulia yang kecil itu tidak bisa lepas dari atmosfer, karena berat bergerak. Mereka juga tidak bereaksi dengan kerak planet-planet terstria, karena tidak mudah bersenyawa. Walaupun ada panas dari proses-proses thermik di permukaan planet (efek rumah kaca dll), tetap saja energi tidak cukup menggerakkan atom-atom berat ke luar atmosfer ataupun bersenyawa.
Kesimpulan: atom-atom berat pernah hadir dalam kelimpahan asal, tetapi kemudian kehilangan atom-atom itu oleh kehancuran atmosfer primordial akibat peoses olah ganti atmosfer yang baru. Penyebabnya adalah aktivitas vulkanik atau tabrakan hebat dengan asteroid atau komet disusul dengan proses kimiawi yang terjadi antara atmosfer dan kerak; khusunya di bumi ada tambahan lain berupa proses reaksi biokimia (jasad hidup) yang ikut mempengaruhi dan mengubah atmosfer planet terstria.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar