Rabu, 07 Mei 2014

AKTIVITAS VULKANIK PLANET



AKTIVITAS VULKANIK PLANET
Banyak planet dan beberapa satelit menunjukan aktivitas vulkanik dimassa lalu, namun hanya Bumi dan Io (satelit Jupiter) yang diketahui aktif sampai saat ini. Di bumi, salah satu aktivitas vulkanik adalah erupsi vulkanik yang mampu mengubah total topografi muka planet. Kemudian ciri-ciri permukaan lama tertutup oleh materi erupsi; bahkan susunan kimiawi kerak planet pun berubah. Erupsi hebat mengubah cuaca dan iklim, bahkan menghasilkan atmosfer baru. Secara total planet berwajah baru, sehingga secara planetologis lapisan itu digolongkan sebagai lapisan muda.
Bumi adalah planet vulkanik utama. Aktivitas vulkanik segera dikenali dari keberadaan materi panas yang keluar berupa magma. Magma adalah batuan meleleh akibat panas yang hebat. Lava adalah magma yang mengeras.
Panas, berasal dari tiga sumber:
1.      Panas hasil akresi sewaktu planet-planet terbentuk
2.      Panas hasil interaksi gaya pasang surut antara dua benda langit
3.      Panas dari zat radioaktif di dalam planet
Peristiwa vulkanis terjadi sewaktu magma cair di bawah litosfer (lapisan batuan bawah kerak) mengapung di antara celah batuan padat di litosfer. Magma mendesak keluar di bagian kerak planet yang tipis. Biasanya terjadi di perbatasan dua lempengan tektonik. Disana terdapat celah-celah dan cerobong kerak hasil tekanan dua lempeng tektonik yang bertabrakan. Puncak-puncak gunung di Bukit Barisan di pulau Sumatra atau rantai pegunungan di Hawai adalah cerobong-cerobong dimana magma bisa mendesak keluar. Sewaktu magma dekat dengan kerak, terbentuk gelembung gas dari tekanan batuan yang melemah semakin dekat ke permukaan. Gelembung gas yang bertekanan kuat di dekat cerobong meletus dan terjadi erupsi. Di Bumi, gas yang dierupsi 70-95% adalah uap air H2O sebagai unsur utama. Disusul gas lain: CO2, SO2 atau H2S, lalu dalam jumlah kecil: N, H, CO, S dan Cl. Berbeda dengan di satelit Yupuiter: Io bukan H2O dilepas tetapi SO2 bahkan S meleleh.
Selain erupsi, tanda-tanda aktivitas vuklanik lain adalah: semburan gas dan uap melalui cerobong kerak, disebut fumarol. Air tanah di Bumi dipanasi magma dan fumarol menghasilkan geyser atau sumber air panas seperti di Ciater, Garut, Jabar. Di salah satu bulan planet Yupiter, Europa, pesawat Galileo NASA menemukan bekas geyser-geyser air tanah, sehingga terbuka spekulasi keberadaan bentuk kehidupan awal di Europa. Sebaliknya di Triton, satelit Neptunus, diamati bekas-bekas geyser Namun, belum dapat dipastikan bahwa di kedua satelit tersebut aktivitas vulkanik masih bekerja.
Keempat planet Yovian adalah gas, beratmosfer tebal, tidak memperlihatkan tanda permukaan padat. Sementara benda-benda kecil, planet terestria, asteroid, satelit-satelit dan komet-komet menunjukan permukaan padat berbatu meliputi es. Beberapa planet satelit seluruh permukaannya hampir terkelupas oleh kawah-kawah tumbukan (Bulan, Merkurius, Mimas). Yang lain sedikit atau samasekali tidak menunjukkan bekas tumbukan (Io, Europa, Bumi).
Oleh kegiatan vulkanik masa lalu, aneka bentuk dan ukuran kepundan gunung api terjadi di venus, Bumi dan Mars. Hamparan lava berupa danau lava yang luas  mengeras di permukaan Bulan, seperti Maria Imbrium. Batu-batu Apollo dan Luna dari tempat itu memperlihatkan bahwa antara 3,1 sampai 3,9 milyar tahun lalu, pernah aktivitas vulkanik melanda kawasan itu. Aktivitas terjadi selepas tumbukan sangat hebat membentuk Imbrium Basin. Magma keluar di celah-celah tebing yang melingkar dan mengalir ke dasar kawah. Setelah diperiksa materi maria  mengandung gelas yang kaya dengan mineral berat besi, titanium dan magnesium. Retakan berkilo-kilometer terjadi di bawah permukaan bulan tempat magma keluar.
Orang menduga kejadian serupa terjadi dii Merkurius seusai pembentukan Caloris Basin yang menyerupai Maria Imbrium. Kenyataan tidak. Sebab di Merkurius tidak ada mineral berat semacam di Bulan. Lapisan magma Merkurius berada dekat di permukaan. Sewaktu tumbukan besar, lapisan magma muncrat keluar dan kerak planet mendidih dalam magma panas. Unsur berat tenggelam ke pusat planet menyisakan kerak unsur ringan yang mendingin melalui pemancaran.

1 komentar: