AKTIVITAS VULKANIK PLANET
Banyak planet dan beberapa satelit menunjukan
aktivitas vulkanik dimassa lalu, namun hanya Bumi dan Io (satelit Jupiter) yang
diketahui aktif sampai saat ini. Di bumi, salah satu aktivitas vulkanik adalah
erupsi vulkanik yang mampu mengubah total topografi muka planet. Kemudian
ciri-ciri permukaan lama tertutup oleh materi erupsi; bahkan susunan kimiawi
kerak planet pun berubah. Erupsi hebat mengubah cuaca dan iklim, bahkan
menghasilkan atmosfer baru. Secara total planet berwajah baru, sehingga secara
planetologis lapisan itu digolongkan sebagai lapisan muda.
Bumi adalah planet vulkanik utama. Aktivitas vulkanik
segera dikenali dari keberadaan materi panas yang keluar berupa magma. Magma
adalah batuan meleleh akibat panas yang hebat. Lava adalah magma yang mengeras.
Panas, berasal dari tiga sumber:
1. Panas hasil akresi sewaktu
planet-planet terbentuk
2. Panas hasil interaksi gaya pasang
surut antara dua benda langit
3. Panas dari zat radioaktif di dalam
planet
Peristiwa vulkanis terjadi sewaktu
magma cair di bawah litosfer (lapisan batuan bawah kerak) mengapung di antara
celah batuan padat di litosfer. Magma mendesak keluar di bagian kerak planet
yang tipis. Biasanya terjadi di perbatasan dua lempengan tektonik. Disana
terdapat celah-celah dan cerobong kerak hasil tekanan dua lempeng tektonik yang
bertabrakan. Puncak-puncak gunung di Bukit Barisan di pulau Sumatra atau rantai
pegunungan di Hawai adalah cerobong-cerobong dimana magma bisa mendesak keluar.
Sewaktu magma dekat dengan kerak, terbentuk gelembung gas dari tekanan batuan
yang melemah semakin dekat ke permukaan. Gelembung gas yang bertekanan kuat di
dekat cerobong meletus dan terjadi erupsi. Di Bumi, gas yang dierupsi 70-95%
adalah uap air H2O sebagai unsur utama. Disusul gas lain: CO2,
SO2 atau H2S, lalu dalam jumlah kecil: N, H, CO, S dan
Cl. Berbeda dengan di satelit Yupuiter: Io bukan H2O dilepas tetapi
SO2 bahkan S meleleh.
Selain erupsi, tanda-tanda aktivitas
vuklanik lain adalah: semburan gas dan uap melalui cerobong kerak, disebut
fumarol. Air tanah di Bumi dipanasi magma dan fumarol menghasilkan geyser atau
sumber air panas seperti di Ciater, Garut, Jabar. Di salah satu bulan planet
Yupiter, Europa, pesawat Galileo NASA menemukan bekas geyser-geyser air tanah,
sehingga terbuka spekulasi keberadaan bentuk kehidupan awal di Europa.
Sebaliknya di Triton, satelit Neptunus, diamati bekas-bekas geyser Namun, belum
dapat dipastikan bahwa di kedua satelit tersebut aktivitas vulkanik masih
bekerja.
Keempat planet Yovian adalah gas,
beratmosfer tebal, tidak memperlihatkan tanda permukaan padat. Sementara
benda-benda kecil, planet terestria, asteroid, satelit-satelit dan komet-komet
menunjukan permukaan padat berbatu meliputi es. Beberapa planet satelit seluruh
permukaannya hampir terkelupas oleh kawah-kawah tumbukan (Bulan, Merkurius,
Mimas). Yang lain sedikit atau samasekali tidak menunjukkan bekas tumbukan (Io,
Europa, Bumi).
Oleh kegiatan vulkanik masa lalu,
aneka bentuk dan ukuran kepundan gunung api terjadi di venus, Bumi dan Mars.
Hamparan lava berupa danau lava yang luas
mengeras di permukaan Bulan, seperti Maria Imbrium. Batu-batu Apollo dan
Luna dari tempat itu memperlihatkan bahwa antara 3,1 sampai 3,9 milyar tahun
lalu, pernah aktivitas vulkanik melanda kawasan itu. Aktivitas terjadi selepas
tumbukan sangat hebat membentuk Imbrium Basin. Magma keluar di celah-celah
tebing yang melingkar dan mengalir ke dasar kawah. Setelah diperiksa materi
maria mengandung gelas yang kaya dengan mineral
berat besi, titanium dan magnesium. Retakan berkilo-kilometer terjadi di bawah
permukaan bulan tempat magma keluar.
Orang menduga kejadian serupa terjadi dii
Merkurius seusai pembentukan Caloris Basin yang menyerupai Maria Imbrium.
Kenyataan tidak. Sebab di Merkurius tidak ada mineral berat semacam di Bulan.
Lapisan magma Merkurius berada dekat di permukaan. Sewaktu tumbukan besar,
lapisan magma muncrat keluar dan kerak planet mendidih dalam magma panas. Unsur
berat tenggelam ke pusat planet menyisakan kerak unsur ringan yang mendingin melalui
pemancaran.
"Muncrat keluar" hahaha, lucu sob bahasa yang sobat gunakan.
BalasHapusAktifitas vulkanik juga dapat membantu untuk mencari tanda tanda kehidupan di exoplanet