Neptunus
Orbit Pluto yang sangat lonjong menyebabkan pada waktu
tertentu memotong orbit Neptunus. Setiap 248 tahun, Pluto masuk kedalam orbit
Neptunus dan berada disana selama 20 tahun. Pada masa-masa itulah, Neptunus
menjadi planet paling jauh di tepi tatasurya. Kejadian itu pernah berlangsung
di tahun 1979 dan berakhir sampai tahun 1999.
Atmosfer Neptunus sangat aktif. Angin dengan kecepatan
2.000 km/jam bertiup searah lintang planet. Semakin ke lintang tinggi dan ke
kutub semakin kuat. Badai besar ditimbulkan oleh panas yang keluar dari bagian
dalam planet dan menambahkan kecepatan angin di atmosfer sampai lebih dari 1.000
km/jam. Neptunus adalah planet yang memiliki angin tercepat di tatasurya.
Dengan mempergunakan Hubble (TRAH = Teropong Ruang
Angkasa Hubble), para astronom mengamati berbagai badai bergaris tengah ribuan
km di atmosfer Neptunus. Badai-badai tampak berupa bintik-bintik hitam selama
beberapa bulan lalu menghilang. Badai terbesar adalah Bintik Gelap Besar, di
belahan selatan. Bintik Gelap Besar itu sudah menghilang. Kemungkinan badai itu
tertutup oleh tanda-tanda atmosfer yang lain. Sampai saat ini para ilmuwan
belum bisa menjelaskan bagaimana badai besar itu bisa terbentuk dan terjadi
dari bahan apa, partikel methan terkait dengan bahan pembentuk badai itu.
Atmosfer Neptunus tercatat sangat aktif den banyak hal belum diketahui sampai
sekarang.
Para astronomo menyimpulkan bahwa pusat Neptunus
berisi inti batuan sebesar Bumi (garistengah Bumi 12.756 km) terdiri dari besi
dan silicon. Inti Neptunus dibandingkan jejari planet 24.766 km sangat kecil.
Inti diliputi lautan air yang bercampur bahan batuan membentang 5000 km ke
permukaan dan bersambung dengan atmosfer tebal berupa gas H, He dan 3% metana
dan amoniak. Keberadaan lautan di bagian dalam planet sangat tepat semasa
Leverrier mengusulkan nama Neptunus sesuai dewa lautan mitologi Yunani dan
Romawi. Pada massa pembentukan planet, komet yang ada di tepi tatasurya membawa
air beku dan batuan ke planet. Planet tumbuh besar, tekanan dan suhu di dalam
planet juga bertambah. Air beku mencair memanas sampai 47000C.
Lautan tidak berubah menjadi uap sebab tekanan begitu kuat beberapa juta kali
tekanan di Bumi. Tekanan besar itulah menahan molekul-molekul cairan tidak
lepas memisah menjadi uap.
Cahaya dipantulkan atmosfer Neptunus yang tebal itu
bewarna biru, sebab Metana di atmosfer menyerap gelombang merah dan
jingga/oranye tetapi menghamburkan cahaya biru. Pada tahun 1988 ditemukan
molekul Metil (CH3) yang dapat bereaksi sesamanya menjadi Etana (C2H6),
gas yang mudah terbakar dan tidak berwarna. Metil menunjukan bahwa di dalam
Neptunus terdapat Metana (CH4), di hipotesiskan sistem badai yang
ada di Neptunus melontarkan methan ke bagian atas atmosfer. Oleh matahari
Metana diubah menjadi Metil. Penemuan adanya unsur hidrokarbon radikal seperti
Metil menyadarkan manusia betapa kelimpahan sumberdaya energi yang sangat besar
tersimpan di tatasurya. Kelak bahan itu akan sangat berguna untuk bahan bakar
pesawat penjelajah ruang angkasa
Neptunus memancarkan 2,7 kali energi yang
diserap dari matahari. Neptunus masih terus mencari keseimbangan gravitasi
dengan mengerut. Dari energi yang dipancarkan, para astronom dapat memperkirakan
berapa temperatur Neptunus di pusat. Suhu itu sama dengan 51490C,
sama panas dengan fotosfer matahari.