Kamis, 24 April 2014

Venus



Venus
Venus adalah planet kedua dari Matahari. Setelah Matahari dan Bulan, Venus adalah benda ketiga yang paling terang dilangit. Venus disebut bintang fajar, terbit di timur saat matahari terbit (dinamakan Hesperus), sebagai bintang senja di barat, kala matahari terbenam (dinamakan Phosphorus atau Lucifer). Kedudukan Venus, Bumi dan Matahari menyebabkan Venus hanya terlihat 3 jam sebelum matahari terbit dan 3 jam setelah matahari terbenam.
Dilihat dengan teleskop, planet menunjukan wajah fase-fase bulan, Venus saat purnama selalu redup, sebab berada di sisi berlawanan Bumi, relative terhadap Matahari. Kecerahan paling besar adalah magnitude -4,4 sama dengan 15 kali kecerahan bintang paling terang di langit (Sirius).
Para astronom kerap menyatakan Venus saudara kembar bumi karena bila ditinjau dari parameter fisika planet: massa, kerapatan, ukuran dan isi keduanya berdekatan. Keduanya terbentuk dari kabut matahari di masa yang sama. Namun kesamaan berakhir disitu. Venus berbeda dengan Bumi. Venus tidak memiliki lautan, atmosfernya sangat tebal terdiri atas gas CO2; sedikitpun tidak ada uap air H2O. Awannya berwarna merah berasal dari uap asam sulfur H2S. Dipermukaan planet, tekanan atmosfer adalah 92 kali tekanan di bumi.
Suhu di Venus pun mematikan 4820C. Temperatur setinggi Venus diperoleh dari proses rumah kaca (runaway greenhouse effect) oleh CO2 yang tiada putus. Sinar matahari menembus atmosfer tebal 50 km memanasi muka planet; namun pancaran inframerah yang dikembalikan oleh permukaan tertahan, tidak bisa keluar dari dalam atmosfer. Sebab itu Venus menjadi lebih panas dari Merkurius.
Venus berotasi sangat lambat dalam arah retrograde, berlawanan arah rotasi bumi barat ke timur.  Permukaan Venus memperlihatkan keanehan fisik. Venus dipenuhi pemandangan bukit-bukit bergelombang turun naik sejauh pandangan. Secara geologis permukaan Venus lebih muda dari Mars, namun lebih tua dari Bumi. Padang bergelombang itu terhalang oleh empat hamparan dataran tinggi seluas benua. Satu di utara Ishtar Terra bersama pegunungan Maxwell menjulang 12 km dari tanah dan di kiri (timur), tepat di ekuator menjurus ke selatan terpampang Aphrodite Teraa 10 km tingginya, didekatnya di tengah sedikit di atas Atia Regio dan di tepi kanan atas (barat) terhampar Beta Regio 12 km.
Hipotesa menyebutkan lapisan litosfer yang berada di bawah kerak tidak mampu menahan kenaikan suhu yang berasal dari pembangkitan radioaktifitas di lapisan magma di bawah lithosphere. Akibatnya lithosphere retak dan membawa kerak di atasnya ikut tenggelam ke dalam magma. Kejadian itu berlangsung di tempat-tempat yang sebelumnya bukan areal perbukitan. Aktivitas vulkanik lokal terjadi di tempat-tempat itu dan magma menyembul meremajakan seluruh permukaan dan menjadikan perbukitan. Kini sedang diperdebatkan bagaimana aktifitas vulkanik Venus sekarang, apakah jeda atau aktif ke fase peremajaan muka berikutnya. Jika manusia dapat menyaksikan aktivitas vulkanik yang akan datang, aktivitas itu akan berlangsung serentak meliputi antero permukaan planet, barangkali itulah salah satunya aktivitas vulkanik skala global tiadak ada duanya di seluruh tatasurya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar