Venus
Venus adalah planet kedua dari Matahari. Setelah
Matahari dan Bulan, Venus adalah benda ketiga yang paling terang dilangit.
Venus disebut bintang fajar, terbit di timur saat matahari terbit (dinamakan
Hesperus), sebagai bintang senja di barat, kala matahari terbenam (dinamakan
Phosphorus atau Lucifer). Kedudukan Venus, Bumi dan Matahari menyebabkan Venus
hanya terlihat 3 jam sebelum matahari terbit dan 3 jam setelah matahari
terbenam.
Dilihat dengan teleskop, planet menunjukan wajah
fase-fase bulan, Venus saat purnama selalu redup, sebab berada di sisi
berlawanan Bumi, relative terhadap Matahari. Kecerahan paling besar adalah
magnitude -4,4 sama dengan 15 kali kecerahan bintang paling terang di langit
(Sirius).
Para astronom kerap menyatakan Venus saudara kembar
bumi karena bila ditinjau dari parameter fisika planet: massa, kerapatan,
ukuran dan isi keduanya berdekatan. Keduanya terbentuk dari kabut matahari di
masa yang sama. Namun kesamaan berakhir disitu. Venus berbeda dengan Bumi. Venus
tidak memiliki lautan, atmosfernya sangat tebal terdiri atas gas CO2;
sedikitpun tidak ada uap air H2O. Awannya berwarna merah berasal
dari uap asam sulfur H2S. Dipermukaan planet, tekanan atmosfer
adalah 92 kali tekanan di bumi.
Suhu di Venus pun mematikan 4820C.
Temperatur setinggi Venus diperoleh dari proses rumah kaca (runaway greenhouse
effect) oleh CO2 yang tiada putus. Sinar matahari menembus atmosfer
tebal 50 km memanasi muka planet; namun pancaran inframerah yang dikembalikan
oleh permukaan tertahan, tidak bisa keluar dari dalam atmosfer. Sebab itu Venus
menjadi lebih panas dari Merkurius.
Venus berotasi sangat lambat dalam arah retrograde,
berlawanan arah rotasi bumi barat ke timur.
Permukaan Venus memperlihatkan keanehan fisik. Venus dipenuhi
pemandangan bukit-bukit bergelombang turun naik sejauh pandangan. Secara
geologis permukaan Venus lebih muda dari Mars, namun lebih tua dari Bumi.
Padang bergelombang itu terhalang oleh empat hamparan dataran tinggi seluas
benua. Satu di utara Ishtar Terra bersama pegunungan Maxwell menjulang 12 km
dari tanah dan di kiri (timur), tepat di ekuator menjurus ke selatan terpampang
Aphrodite Teraa 10 km tingginya, didekatnya di tengah sedikit di atas Atia
Regio dan di tepi kanan atas (barat) terhampar Beta Regio 12 km.
Hipotesa menyebutkan lapisan litosfer yang
berada di bawah kerak tidak mampu menahan kenaikan suhu yang berasal dari
pembangkitan radioaktifitas di lapisan magma di bawah lithosphere. Akibatnya
lithosphere retak dan membawa kerak di atasnya ikut tenggelam ke dalam magma.
Kejadian itu berlangsung di tempat-tempat yang sebelumnya bukan areal perbukitan.
Aktivitas vulkanik lokal terjadi di tempat-tempat itu dan magma menyembul
meremajakan seluruh permukaan dan menjadikan perbukitan. Kini sedang
diperdebatkan bagaimana aktifitas vulkanik Venus sekarang, apakah jeda atau
aktif ke fase peremajaan muka berikutnya. Jika manusia dapat menyaksikan
aktivitas vulkanik yang akan datang, aktivitas itu akan berlangsung serentak
meliputi antero permukaan planet, barangkali itulah salah satunya aktivitas
vulkanik skala global tiadak ada duanya di seluruh tatasurya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar