Selasa, 29 April 2014

Jupiter



Jupiter
Jupiter adalah planet kelima dari matahari, terbesar di tata surya. Benda langit ke empat paling terang dilangit setelah Matahari, Bulan, dan Venus. Jupiter bahkan 31 kali lebih terang dari bintang Sirius. Berbeda dengan planet dalam yang merupakan batuan, Jupiter adalah sebuah bola gas padat dan tidak mempunyai permukaan padat. Inti Jupiter berisi mineral yang membentuk batuan seperti inti komet, tetapi itu hanya kurang dari 5% massa planet. Medan gravitasi di puncak atmosfer 2,5 kali gravitasi bumi. Begitu cepatnya planet berputar sehingga tepat di kedua kutub. Rendahnya kepadatan Jupiter menandakan bahwa planet ini hanya terdiri atas unsur-unsur ringan, yaitu Hidrogen dan Helium.
Dipermukaan Jupiter ditemukan angin luar biasa kuat, tetapi tidak menemukan molekul air di dalam atmosfernya. Pada lapisan atas atmosfer ditemukan campuran gas Hydrogen, Helium, Amoniak, Metana, dan uap air setebal 1000 km. Di bawahnya, tekanan sangat besar dan atmosfer sangat panas. Tekanan besar menyebabkan atom-atom H dan He tidak lagi bersifat gas, tetapi menjadi cairan yang disebut superkritis. Cairan superkritis itu bersifat seperti gas dan juga bersifat cairan. Zona superkritis itu berada pada kedalaman 20.000 sampai 30.000 km di dalam Jupiter. Itu sama dengan ¼ sampai 1/3 radius Yupiter.
Dilihat dari jauh, Jupiter memperlihatkan alur-alur pita horizontal. Pita-pita itu adalah lapisan awan yang digerakkan angin yang sangat kuat. Di perbatasan pita-pita itu bertiup angin dengan arah berlawanan. Angin yang dipakai dalam pelayaran di bumi menunjukan kemiripan serupa hanya di Jupiter lebih kuat dan stabil. Angin terkuat berada di lintang rendah 110 setiap 24 jam. Pada lintang yang tinggi, awan bergantian bergerak ke barat dan ke timur sesuai struktur pita-pita di atmosfer. Pergerakan awan menunjukan kecepatan 600 km/jam di lintang rendah dan berkurang sampai 10 km/jam di lintang tinggi.
Badai-badai besar dan kuat selalu terjadi tiba-tiba. Jika badai kuat di Bumi ditimbulkan oleh pemanansan matahari di atmosfer, maka badai di Jupiter ditimbulkan oleh gelembung gas panas yang mengalir kepermukaan dari bagian dalam planet. Gelembung-gelembung membawa panas dan membuat pusaran akibat angin yang bertiup dari dua arah yang berlawanan. Karena tidak menjumpai massa daratan dan tidak bisa bergerak ke utara maupun ke selatan, badai itu menelan badai-badai kecil lain yang terbentuk. Rentang waktu berlangsung badai sampai berminggu-minggu.
Badai Jupiter yang sangat terkenal adalah bintik merah besar yang telah berlangsung berabad-abad tiada putus (catatan: bintik merah itu kini menghilang dan dilaporkan oleh seorang amatir astronom pada tahun 2010). Bintik merah yang sangat besar itu melanda muka planet sampai seluas 3 buah bumi. Laporan mengenai bintik merah datang pertama kali dari fisikawan Robert Hooke tahun 1664. Tidak ada yang tahu apa penyebab bintik merah itu. Dari pergerakannya saja tenaga seperti datang dari bagian atmosfer atas sambil menyerap energi badai-badai yang lebih kecil. Tidak terlihat kaitan dengan sumber energi dari bawah karena gerakannya terus menuju kearah barat tidak beraturan. Warna merah bintik berasal dari sulfur atau fosfor yang menyerap sinar ultraviolet, ungu dan biru.
Pada tahun 1994 komet Shoemaker-Levy 9 membentur atmosfer Jupiter. Komet terbelah dalam belasan keeping oleh gaya pasang gravitasi planet. Kepingan menabrak bagian atas atmosfer dengan kecepatan sampai 216.000 km/jam. Tumbukan yang terjadi melepaskan ledakan hebat di stratosfer planet. Satu menit setelah memasuki atmosfer atas, sebuah ledakan sekunder melontarkan materi awan yang segera mengembang cepat setinggi 3000 km. Material itu lalu jatuh berdentam ke lapisan di bawah menimbulkan gelombang tsunami susulan dan melepas tenaga bakar ke lingkungan sekitarnya sampai radius beribu-ribu kilometer. Lingkungan yang tadinya bersuhu sangat dingin -1000C langsung naik sampai 7000C. Lapisan hancur itu mendingin, berwarna gelap pekat kemudian tenggelam ke lapisan bawah, menimbulkan gelombang tsunami yang ketiga kali. Angin kencang kemudian menyapu dan menggulung semua yang tersisa sehingga tak berbekas setelah beberapa bulan. Siapapun tidak akan pernah tahu bahwa pernah terjadi kiamat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar