Selasa, 29 April 2014

Saturnus



Saturnus
Saturnus adalah planet keenam dari matahari dan kedua terbesar ditatasurya. Pada tahun 1655, Huygens menulis surat berserial dalam kode latin. Kode itu jika ditata berbunyi “ia dilingkari oleh cincin tipis, sedikitpun tiada bersentuhan, miring terhadap ekliptika” Cincin-cincin itu sesuai penemunya ditandai dari arah dalam ke luar: cincin D, C, B, A, F, G dan E. Kini, cincin-cincin itu melebihi 100.000 buah mengorbit planet.
Dari bumi, Saturnus bersinar kuning. Di dalam teleskop tampak segera cincin A dan B. Dalam kondisi cuaca optimum: cincin D dan E. Teleskop landas bumi yang peka bisa menemukan 9 satelit. Di planet Saturnus, tanda-tanda atmosfer terlihat berupa pita-pita alur berwarna pucat putih sejajar ekuator.
Pusat Saturnus adalah inti batuan dan bertemperatur tinggi ditaksir 15.0000C. Baik Jupiter maupun Saturnus masih terus mencari kesetimbangan gravitasi melalui mengerut. Pengerutan menimbulkan pemancaran panas 3 kali lebih besar dari panas yang diterima dari matahari. Keadaan itu membangkitkan pusaran-pusaran badai di atmosfer bagian atas.
Atmosfer Saturnus mengandung Hydrogen (88%), Helium (11%) dan sejumlah kecil Metana, Amoniak, Kristal Amoniak dan gas-gas lain seperti Etana, Acetylene, dan Phosphin. Permukaan Saturnus menunjukan pusaran dan gulungan awan di dalam kabut jauh yang lebih tebal dari Yupiter. Kabut yang lebih tebal menunjukan suhu di Saturnus yang lebih rendah. Di puncak awan suhu -1760C, 27 derajat lebih rendah daripada Jupiter.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar