Saturnus
Saturnus adalah planet keenam dari matahari dan kedua
terbesar ditatasurya. Pada tahun 1655, Huygens menulis surat berserial dalam
kode latin. Kode itu jika ditata berbunyi “ia dilingkari oleh cincin tipis,
sedikitpun tiada bersentuhan, miring terhadap ekliptika” Cincin-cincin itu
sesuai penemunya ditandai dari arah dalam ke luar: cincin D, C, B, A, F, G dan
E. Kini, cincin-cincin itu melebihi 100.000 buah mengorbit planet.
Dari bumi, Saturnus bersinar kuning. Di dalam teleskop
tampak segera cincin A dan B. Dalam kondisi cuaca optimum: cincin D dan E.
Teleskop landas bumi yang peka bisa menemukan 9 satelit. Di planet Saturnus,
tanda-tanda atmosfer terlihat berupa pita-pita alur berwarna pucat putih sejajar
ekuator.
Pusat Saturnus adalah inti batuan dan bertemperatur
tinggi ditaksir 15.0000C. Baik Jupiter maupun Saturnus masih terus
mencari kesetimbangan gravitasi melalui mengerut. Pengerutan menimbulkan
pemancaran panas 3 kali lebih besar dari panas yang diterima dari matahari.
Keadaan itu membangkitkan pusaran-pusaran badai di atmosfer bagian atas.
Atmosfer Saturnus mengandung Hydrogen (88%), Helium
(11%) dan sejumlah kecil Metana, Amoniak, Kristal Amoniak dan gas-gas lain
seperti Etana, Acetylene, dan Phosphin. Permukaan Saturnus menunjukan pusaran
dan gulungan awan di dalam kabut jauh yang lebih tebal dari Yupiter. Kabut yang
lebih tebal menunjukan suhu di Saturnus yang lebih rendah. Di puncak awan suhu
-1760C, 27 derajat lebih rendah daripada Jupiter.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar