Jumat, 25 April 2014

Mars



Mars
Mars merupakan sebutan dewa perang Romawi, planet keempat di tatasurya, warnanya merah dilangit karena permukaan regolith limonit. Regolit adalah sisa batuan hancur berupa pasir mengandung senyawa silikat besi seperti karat yang disebut limonit. Dua satelit Mars, Phobos dan Deimos adalah nama hewan peliharaan dewa romawi Mars. Keduanya adalah batuan-batuan kecil gelap dipenuhi kawah, kemungkinan asteroid yang terperangkap gravitasi Mars.
Inklinasi sumbu rotasi planet 25 derajat terhadap ekliptika. Jadi musim di Mars sama dengan musim di Bumi; hanya panjang musim-musim tidak sama karena orbit Mars lebih lonjong. Musim panas di belahan selatan 25 hari lebih singkat daripada di belahan utara. Intensitas sinar matahari selama sethun di Mars berbeda. Di belahan selatan cahaya lebih terik 40% daripada di utara, suhu mencapai 2500 K di permukaan. Selama musim semi dan panas dibelahan selatan, badai topan debu teramati berupa awan-awan kuning. Badai terbesar berlangsung berbulan-bulan meliputi seluruh planet. Pernah berulang pada tahun 2001 setelah terjadi sekali di tahun 1971. Selama tahun Mars berlangsung, terjadi badai-badai lokal yang  kecil. Kadangkala terlihat awan putih uap air terutama saat musim panas di belahan utara yang adalah saat Mars terjauh dari Matahari. Karena atmosfer yang tipis saat itu adalah yang terdingin suhu mencapai 1400 K
Teleskop Ruang Angkasa Hubble NASA adalah salah satu teleskop yang membuka pandangan paling tajam mengenai Mars dari Bumi. Para astronom memakainya untuk meneliti susunan permukaan dan mengawasi cuaca planet. Hubble memperlihatkan citra badai debu lokal dan global, system awan uap air dingin berwujud spiral raksasa. Perubahan tanda-tanda gelap terang di permukaan yang berlangsung terus sejak citra planet pertama kali terekam di tahun 70-an. Teropong juga mengukur spectrum dan mengungkapkan kimiawi atmosfer serta sifat-sifat es dan mineral di permukaan. Melalui gambar-gambar dan data-data, para astronom menentukan planet Mars umumnya lebih dingin dan lebih jernih saat jauh dari matahari dan berubah panas berdebu pada saat mendekati matahari. Terdapat pola iklim rentang panjang di Mars, serupa di bumi. Satu kali para ilmuwan akan dapat meramal perubahan iklim dan cuaca di Mars. Bidang ilmu Meteo-areo-rologi akan lahir dan bermula di Mars di masa depan.
Berdasarkan pengukuran medan gravitasi oleh pesawat, bagian dalam Mars terdiri atas kerak, selubung mantel magma dan inti serupa bumi. Prosentase masing-masing belum dipastikan. Mars mempunyai kerak lebih tebal dari bumi. Di dasar gunung Tharsis yang adalah daerah vulkanik di belahan utara, kerak sangat tebal mencapai 130 km.
Inti Mars berukuran sangat besar. Dari telaah medan magnet bumi dan inti bumi, diketahui gerak batuan cair di bumi menimbulkan medan magnet, tetapi semua itu tidak terjadi mars. Kesimpulan adalah inti di pusat mars padat. Jika dahulu pernah ada medan magnet di Mars berarti inti pernah dalam fase cair.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar