Mars
Mars merupakan sebutan dewa perang Romawi, planet
keempat di tatasurya, warnanya merah dilangit karena permukaan regolith
limonit. Regolit adalah sisa batuan hancur berupa pasir mengandung senyawa
silikat besi seperti karat yang disebut limonit. Dua satelit Mars, Phobos dan
Deimos adalah nama hewan peliharaan dewa romawi Mars. Keduanya adalah
batuan-batuan kecil gelap dipenuhi kawah, kemungkinan asteroid yang terperangkap
gravitasi Mars.
Inklinasi sumbu rotasi planet 25 derajat terhadap
ekliptika. Jadi musim di Mars sama dengan musim di Bumi; hanya panjang
musim-musim tidak sama karena orbit Mars lebih lonjong. Musim panas di belahan
selatan 25 hari lebih singkat daripada di belahan utara. Intensitas sinar
matahari selama sethun di Mars berbeda. Di belahan selatan cahaya lebih terik
40% daripada di utara, suhu mencapai 2500 K di permukaan. Selama
musim semi dan panas dibelahan selatan, badai topan debu teramati berupa awan-awan
kuning. Badai terbesar berlangsung berbulan-bulan meliputi seluruh planet.
Pernah berulang pada tahun 2001 setelah terjadi sekali di tahun 1971. Selama
tahun Mars berlangsung, terjadi badai-badai lokal yang kecil. Kadangkala terlihat awan putih uap air
terutama saat musim panas di belahan utara yang adalah saat Mars terjauh dari
Matahari. Karena atmosfer yang tipis saat itu adalah yang terdingin suhu
mencapai 1400 K
Teleskop Ruang Angkasa Hubble NASA adalah salah satu
teleskop yang membuka pandangan paling tajam mengenai Mars dari Bumi. Para
astronom memakainya untuk meneliti susunan permukaan dan mengawasi cuaca
planet. Hubble memperlihatkan citra badai debu lokal dan global, system awan
uap air dingin berwujud spiral raksasa. Perubahan tanda-tanda gelap terang di
permukaan yang berlangsung terus sejak citra planet pertama kali terekam di
tahun 70-an. Teropong juga mengukur spectrum dan mengungkapkan kimiawi atmosfer
serta sifat-sifat es dan mineral di permukaan. Melalui gambar-gambar dan
data-data, para astronom menentukan planet Mars umumnya lebih dingin dan lebih
jernih saat jauh dari matahari dan berubah panas berdebu pada saat mendekati
matahari. Terdapat pola iklim rentang panjang di Mars, serupa di bumi. Satu
kali para ilmuwan akan dapat meramal perubahan iklim dan cuaca di Mars. Bidang
ilmu Meteo-areo-rologi akan lahir dan bermula di Mars di masa depan.
Berdasarkan pengukuran medan gravitasi oleh pesawat,
bagian dalam Mars terdiri atas kerak, selubung mantel magma dan inti serupa
bumi. Prosentase masing-masing belum dipastikan. Mars mempunyai kerak lebih
tebal dari bumi. Di dasar gunung Tharsis yang adalah daerah vulkanik di belahan
utara, kerak sangat tebal mencapai 130 km.
Inti Mars berukuran sangat besar. Dari telaah
medan magnet bumi dan inti bumi, diketahui gerak batuan cair di bumi
menimbulkan medan magnet, tetapi semua itu tidak terjadi mars. Kesimpulan
adalah inti di pusat mars padat. Jika dahulu pernah ada medan magnet di Mars
berarti inti pernah dalam fase cair.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar